Umum
Perumdam Kota Kupang kembali melakukan terobosan penting dalam upaya menjaga keberlangsungan ketersediaan sumber air bagi kehidupan manusia yang merupakan warisan bagi para penerus kedepannya.
Pada hari Jumat 30 Januari 2026 bertempat di aula Titra Perumdam Kota kupang, kegiatan launching Perumdam Bergetar (Bergerak Tanam Air) dilakukan yang ditandai dengan bunyi sirine dan pemutaran video singkat berkaitan dengan upaya yang telah dilakukan oleh seluruh karyawan Perumdam Kota Kupang dalam membuat lubang/sumur resapan.
Kegiatan ini dihadiri oleh Asisten II Sekda Kota Kupang, Perwakilan Sinode GMIT, Direktur Perumda Pasar Kota Kupang, Plt Kepala Bagian Ekonomi SETDA Kota Kupang, Sekretaris KPAD Kota Kupang, Perwakilan Yayasan Plan Internasional Indonesia, Ketua perkumpulan masyarakat penjaga budaya Helong, serta seluruh jajaran Perumdam Kota Kupang sendiri.
Dalam sambutannya, Direktur Perumdam Kota Kupang Isidorus Lilijawa menyampaikan bahwa kegiatan ini terinspirasi dari konsep bahwa Perumdam Kota Kupang bukan saja menjadi pihak yang mengambil air, tetapi juga harus mengambil peran dalam menyimpan air. Seluruh karyawan diminta untuk melakukannya sejak beberapa waktu lalu sehingga kegiatan hari ini merupakan penegasan bahwa Perumdam Kota Kupang meluncurkan kegiatan yang telah dilakukan bukan yang baru akan dilakukan. Dengan adanya kegiatan ini diharapkan akan menjadi insiprasi bagi pihak lain termasuk seluruh warga Kota Kupang agar bisa melakukan hal yang sama, paling tidak satu rumah satu sumur resapan.
Assiten II Sekda Kota Kupang yang mewakili Walikota Kupang juga sangat mendukung program ini dan ke depannya akan diupayakan untuk menghimbau seluruh ASN Lingkup Pemerintah Kota Kupang agar melakukan hal yang sama guna mencapai tujuan yang sama pula.
Dalam kegiatan tersebut, ketua Sinode GMIT yang diwakili oleh Pdt. Yunus Kay Tulang, M.Th juga turut menyampaikan testimoni terkait dengan program tanam air. Pada dasarnya pihak Sinode GMIT sudah melakukannya sejak tahun 2016 dan hasilnya memang sudah terlihat di beberapa lokasi. Sebelumnya ada sumber air yang kering ketika musim kemarau, tetapi dengan adanya gerakan membuat lubang resapan maka hasilnya adalah sumber yang sebelumnya kering, sekarang tidak lagi kering bahkan debitnya cukup baik sehingga bisa dimanfatakan oleh masyarakat sendiri.
Kegiatan ini diakhiri dengan foto bersama dengan harapan besar bahwa peristiwa ini akan menjadi sebuah momentum awal dari Kota Kupang Bergetar (Bergerak Tanam Air).
#admin#