Umum
Suarantt.id, Kupang-Perusahaan Daerah Air Minum Kota Kupang menggandeng Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara II untuk menambah delapan sumur bor baru guna meningkatkan kapasitas produksi air baku di Kota Kupang pada tahun 2026.
Direktur Perumda Kota Kupang, Isidorus Lilijawa mengatakan langkah tersebut diambil untuk menjawab meningkatnya kebutuhan air bersih masyarakat seiring pertumbuhan penduduk. Saat ini, ketersediaan air baku dinilai masih terbatas.
“Dari total sumber produksi, kami hanya memiliki satu sumber air permukaan, yakni SPAM Dendeng. Selebihnya kami bergantung pada sekitar 32 sumur bor air tanah dalam. Kondisi ini belum cukup untuk melayani seluruh wilayah Kota Kupang secara optimal,” ujarnya kepada wartawan di ruang kerjanya pada Rabu (18/2/2026)“Dari total sumber produksi, kami hanya memiliki satu sumber air permukaan, yakni SPAM Dendeng. Selebihnya kami bergantung pada sekitar 32 sumur bor air tanah dalam. Kondisi ini belum cukup untuk melayani seluruh wilayah Kota Kupang secara optimal,” ujarnya kepada wartawan di ruang kerjanya pada Rabu (18/2/2026).
Menurutnya, dukungan pembangunan delapan sumur bor tambahan dari BWS Nusa Tenggara II diharapkan mampu memperkuat kapasitas produksi air baku. Bahkan, pihak balai juga meminta Pemerintah Kota Kupang mengusulkan lima titik lokasi tambahan untuk pengembangan sumber air baru.
Selain penambahan sumber produksi, Perumda Kota Kupang juga meningkatkan jam operasional sumur bor. Jika sebelumnya sumur beroperasi rata-rata 6-7 jam per hari, kini ditingkatkan menjadi 8-9 jam per hari. Kebijakan ini diharapkan mampu menambah volume distribusi air ke reservoir dan pelanggan, sekaligus menjadi langkah awal menuju layanan 24 jam.
Dari sisi pelanggan, PDAM mencatat sekitar 18.150 sambungan rumah, dengan 12.000 di antaranya berstatus aktif. Namun, keterbatasan jaringan distribusi masih menjadi kendala karena belum seluruh wilayah Kota Kupang terjangkau pipa layanan.
Untuk itu, manajemen mendorong perluasan jaringan transmisi dan distribusi melalui dukungan penyertaan modal dari Pemerintah Kota Kupang dan DPRD Kota Kupang. PDAM juga tengah menyiapkan kajian teknis serta analisis investasi sebagai dasar pengajuan Peraturan Daerah (Perda) tentang penyertaan modal.
Setiap tahun, kebutuhan anggaran pengembangan jaringan mencapai miliaran rupiah. Tanpa tambahan modal, ekspansi jaringan dinilai akan berjalan lambat.
Selain memperkuat produksi dan jaringan, PDAM menjalankan strategi K4, yakni peningkatan kualitas, kuantitas, kontinuitas, dan keterjangkauan layanan. Untuk menjaga kualitas air, uji laboratorium dilakukan secara rutin setiap bulan bekerja sama dengan laboratorium kesehatan Provinsi NTT guna memastikan air yang didistribusikan layak konsumsi.
PDAM juga menjajaki kerja sama dengan pengembang perumahan untuk integrasi jaringan serta membuka peluang digitalisasi sistem pelayanan dengan menggandeng perusahaan teknologi guna meningkatkan efisiensi dan transparansi layanan.
Dengan kombinasi penambahan sumur bor, peningkatan jam operasional, perluasan jaringan, dan kolaborasi lintas pihak, PDAM Kota Kupang optimistis target peningkatan layanan air bersih menuju distribusi 24 jam dapat direalisasikan secara bertahap. ***