Pendidikan
Perumda Air Minum Kota Kupang berkomitmen untuk meningkatkan kualitas layanan serta memperdalam pemahaman dan penerapan manajemen risiko dalam organisasi. Untuk mencapai tujuan ini, kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Manajemen Risiko dilaksanakan di Kantor SCADA SPAM Kali Dendeng, lantai 1, selama 4 (empat) hari, sejak Kamis 12 Maret hingga Selasa 17 Maret 2026.
Kegiatan ini juga dihadiri oleh Kepala Satuan Pengendalian Internal, Marius R. Seran, SE., MM.; Kepala Bagian Administrasi dan Keuangan, Desy Setiawati, SE., MM.; Kepala Bagian Hubungan Langganan, Ferdi Jermias, SH., MH.; serta Kepala Bagian Teknik, Elsy Evelyn Bengu, ST., M.Eng. Selain itu, seluruh Kepala Sub Bagian dan beberapa staf perwakilan juga turut berpartisipasi.
Acara dibuka oleh Direktur Perumda Air Minum Kota Kupang Isidorus Lilijawa, S.Fil., M.M. yang dalam sambutannya menegaskan bahwa pelatihan ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kualitas dan kompetensi seluruh karyawan. “Secara faktual dan aktual kita mempunyai persoalan yang mungkin baru muncul tetapi ada juga persoalan yang diwariskan dari tahun ke tahun yang belum ditemukan solusinya”, ujar Isidorus.
Isidorus berharap agar para karyawan dapat memahami dan menyerap materi yang disampaikan dengan baik dan menerapkannya dalam pekerjaan sehari-hari, sehingga dapat mewujudkan pengelolaan Perusahaan yang lebih efektif dan berkelanjutan.
Bimtek ini menghadirkan beberapa narasumber dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Provinsi Nusa Tenggara Timur, yang salah satunya adalah Ahmad Roziqin, Auditor Ahli Madya selaku Koordinator Pengawasan Kelompok dengan materinya adalah cara mengidentifikasi, menganalisis, serta memitigasi berbagai risiko operasional untuk menjamin pengendalian mutu pelayanan penyediaan air bersih yang aman dan akuntabel.
Materi disampaikan secara bertahap sebagai berikut:
Dengan implementasi manajemen risiko yang baik, diharapkan para karyawan Perumda Air Minum Kota Kupang dapat semakin handal dalam menghadapi berbagai tantangan dan risiko di dunia kerja, serta mampu menerapkan prinsip manajemen risiko dengan lebih optimal.