Pendidikan
Pada Selasa, 10 Maret 2026, bertempat di Kantor Plan Kupang, telah dilaksanakan kegiatan Pelatihan Real Demand Survey (RDS) bagi para enumerator yang akan melaksnakan survey untuk mengetahui minat dari masyarakat dalam mengakses air bersih perpipaan Perumdam Kota Kupang. Kegiatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan Project CERAH (Cerdas Kelola Air dan Lahan) Kerjasama antara Yayasan Plan Internasional Indonesia dengan Perumdam Kota Kupang.
Kegiatan ini diawali dengan pembukaan secara resmi oleh Pihak Plan yang diwakili oleh Any Tallan. Dalam arahannya, ia menekankan pentingnya survei ini sebagai bagian dari upaya pengembangan layanan air bersih di Kota Kupang.
Dalam sambutannya, Direktur Perumda Air Minum Kota Kupang, Isidorus Lilijawa, S.Fil., M.M., juga memberikan motivasi kepada para enumerator untuk melaksanakan tugas pendataan secara profesionalisme dan penuh tanggung jawab sampai dengan batas waktu yang telah ditentukan. Isidorus juga mengingatkan pentingnya interaksi yang ramah dan terbuka dengan masyarakat untuk membangun kepercayaan dan memastikan partisipasi yang maksimal.
“Komunikasi harus berakar pada prinsip communio. Tidak cukup hanya sebatas komunikasi secara langsung; kita juga perlu bertukar pikiran secara mendalam. Yang terpenting, komunikasi harus mampu menyentuh hati. Sebagaimana air yang mengalir, komunikasi seharusnya bersifat cair dan fleksibel”, ujar Isidorus.
Pemateri pada sesi ini adalah Erstayudha Hayyu Nurrizqi, seorang konsultan berpengalaman, yang memaparkan materi mendalam tentang Real Demand Survey. Beliau menjelaskan konsep dan tujuan RDS serta memberikan panduan praktis mengenai penggunaan aplikasi pendataan M-Water dan Avenza Maps, yang dapat mempermudah pengumpulan dan analisis data geografis secara efisien. Selain itu, para enumerator juga dibekali pengetahuan tentang etika komunikasi yang tepat dengan responden, serta prosedur Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di lapangan.
Kegiatan Pelatihan ini berlangsung dalam suasana kekeluargaan dengan nuansa keakraban yang kuat sehingga komunikasi antara para enumerator dengan narasumber juga berjalan dengan baik.
Melalui pelatihan ini, diharapkan para enumerator dapat melaksanakan survei dengan baik, sehingga data yang diperoleh benar-benar mencerminkan kebutuhan riil masyarakat terhadap layanan air bersih di Kota Kupang.
Acara ditutup dengan sesi dokumentasi yang melibatkan seluruh peserta. Secara keseluruhan, rangkaian kegiatan berlangsung dengan lancar, tertib, dan penuh semangat. Diharapkan, kegiatan ini menjadi tonggak awal dalam meningkatkan minat masyarakat terhadap akses air bersih.