Pendidikan
Dalam Seminar Nasional Pascasarjana ini mengusung tema krusial, "Iman yang Berakar di Tanah: Ekoteologi & Budaya Lokal NTT" yang berlangsung di Hotel Sasando Kupang Kamis, 23 Juli 2026, Isidorus Lilijawa, S.Fil., MM mengupas tuntas keterkaitan erat antara iman, kearifan lokal masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT), serta merumuskan langkah strategis dan pandangan kebijakan yang harus diambil oleh pemerintah dalam melestarikan ekologi di wilayah Kota Kupang.
I. Ekoteologi: Iman yang Merawat Bumi
Mengawali pemaparannya, Isidorus Lilijawa, S.Fil., MM menegaskan bahwa ekoteologi mengajak umat beriman untuk melihat alam bukan sebagai objek eksploitasi, melainkan bagian dari ciptaan yang wajib dijaga. Budaya lokal NTT memiliki kedekatan spiritual yang kuat dengan tanah dan air. Oleh karena itu, iman yang hidup harus mewujud dalam tindakan nyata merawat lingkungan hidup di tengah tantangan modernisasi dan perubahan iklim global.
II. 7 Langkah Strategis Kebijakan Pemerintah untuk Ekologi Kota Kupang
Menjawab tantangan kelestarian alam di wilayah perkotaan, Isidorus Lilijawa, S.Fil., MM membeberkan pandangan substansial mengenai kebijakan yang perlu diprioritaskan oleh Pemerintah Kota Kupang. Ada 7 (tujuh) poin utama yang ditekankan:
III. Sinergi Kampus dan Kebijakan Publik
Melalui seminar nasional ini, Isidorus Lilijawa, S.Fil., MM berharap pemikiran ekoteologi dari institusi akademik seperti Pascasarjana IAKN Kupang dapat bersinergi dengan kebijakan praktis pemerintah. Pengelolaan air bersih yang berkelanjutan oleh Perumda Air Minum Kota Kupang tidak akan berhasil tanpa adanya komitmen kolektif dalam menjaga kelestarian ekosistem darat dan pesisir di Kota Kupang.