Pemerintahan
KUPANG — Fenomena iklim Godzilla El Nino yang memicu kemarau panjang berisiko mengganggu stabilitas pasokan air bersih. Merespons situasi tersebut, Direktur Perumda Air Minum Kota Kupang, Isidorus Lilijawa, S.Fil., MM, memberikan imbauan strategis terkait kondisi operasional dan pelayanan air bersih di wilayahnya.
Saat ditemui di ruang kerjanya pada Senin, 24 Agustus 2026, Isidorus memaparkan dampak nyata penurunan air tanah terhadap infrastruktur kelolaan perusahaan. Saat ini, Perumda Air Minum Kota Kupang mengandalkan 41 sumur bor serta 2 sumber air permukaan, yakni Mata Air Dendeng dan Mata Air Oeba.
Kontras Pelayanan: Air Permukaan vs Sumur Bor
Isidorus menjelaskan adanya perbedaan performa yang signifikan antara kedua jenis sumber air tersebut selama musim kemarau ekstrem ini:
Imbauan untuk Pelanggan
Mempertimbangkan keterbatasan sumber daya air tanah yang kian menyusut, pihak manajemen meminta kerja sama dari seluruh masyarakat.
"Kami mengetuk kesadaran para pelanggan Perumda Air Minum Kota Kupang agar bijak dalam pemakaian air sehari-hari," ujar Isidorus. Penghematan sekecil apa pun sangat berarti untuk menjaga pemerataan distribusi pelayanan di seluruh wilayah Kota Kupang selama masa krisis iklim ini.